Bidik Pasar Asia, MERK Siapkan Pabrik Buat Ekspor Obat Resep

PT Merck Tbk (MERK) tengah menyiapkan strategi ekspansi ekspor obat resep ke sejumlah negara di kawasan Asia dalam kurun waktu tiga tahun ke depan.

Bidik Pasar Asia, MERK Siapkan Pabrik Buat Ekspor Obat Resep
Direksi PT Merck Tbk. Dok : Istimewa
Bacakan Artikel

EBuzz - PT Merck Tbk (MERK) tengah menyiapkan strategi ekspansi ekspor obat resep ke sejumlah negara di kawasan Asia dalam kurun waktu tiga tahun ke depan.

Langkah strategis ini diambil sebagai upaya perseroan dalam memperkuat lini bisnis obat resep menjelang berakhirnya kontrak produksi dengan Procter & Gamble (P&G) pada 31 Desember 2027, sekaligus penghentian produksi untuk produk Consumer Health.

Direktur PT Merck Tbk, Arryo Aritrixso Wachjuwidajat, menjelaskan bahwa perseroan berencana mengoptimalkan seluruh kapabilitas fasilitas manufaktur Pabrik Pasar Rebo, Jakarta.

Optimalisasi ini ditujukan untuk memenuhi kebutuhan pasar dalam negeri sekaligus memperluas jangkauan ekspor ke pasar Asia.

"Perseroan akan mengoptimalkan kapabilitas Pabrik Pasar Rebo, Jakarta, untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik sekaligus memperluas jangkauan ekspor ke Asia. Fokus tersebut diarahkan untuk mendukung kebutuhan pasien dan membangun fondasi pertumbuhan jangka panjang," ujar Arryo Aritrixso dalam pemaparannya, Selasa (13/10/2026). (14/10).

Ekspansi MERK

Arryo menyampaikan, rencana produksi bertahap sejumlah obat resep di Pabrik Pasar Rebo untuk pasar Asia, yakni Glucophage XR, Glucophage IR, Glucovance, dan Concor.

"Ekspansi direncanakan dimulai ke Filipina pada 2026, kemudian mencakup Hong Kong, Singapura, Brunei Darussalam, Malaysia, dan Thailand pada periode 2027-2029," katanya.

Baca Juga : Kejagung Tetapkan Toba Pulp Jadi Tersangka Transfer Pricing, Kerugian Rp2 Triliun

Sementara itu untuk bisnis Healthcare, sekitar 60% penjualan saat ini berasal dari produk bioteknologi impor, sedangkan sekitar 40% berasal dari produksi sendiri. 

Perseroan akan mempertahankan kegiatan produksi obat resep di dalam negeri, mengimpor produk jadi berbasis bioteknologi, serta memasarkan produk-produk tersebut di Indonesia.

"Di pasar domestik, Merck menyebut sejumlah produknya menempati posisi nomor satu di beberapa area terapi, antara lain tiroid melalui Euthyrox dan Thyrozol, kardiovaskular melalui Concor, serta diabetes melalui Glucophage dan Glucovance," tutur Arryo.

Dari sisi pertumbuhan, Merck mencatat pertumbuhan sebesar 7,7%, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan pasar total sebesar 6,2% dan pasar ethical sebesar 6,5%. Perseroan juga menempati peringkat kedelapan di antara perusahaan farmasi multinasional (MNC).

Strategi penguatan bisnis obat resep dan ekspansi ekspor tersebut menjadi langkah Merck dalam mempersiapkan perubahan bisnis setelah kontrak dengan P&G berakhir pada akhir 2027.

Baca Juga : SIG Hadirkan Bata Interlock Presisi, Solusi Hunian Cepat

Perseroan berupaya mengoptimalkan fasilitas produksi yang ada sekaligus memperluas pasar bagi portofolio obat resepnya.