Tawarkan Kupon Hingga 7,65 Persen, SMI Rilis Obligasi Rp3,3 Triliun
PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mengumumkan pencatatan awal efek bersifat utang dari PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) melalui instrumen Obligasi Berkelanjutan V Sarana Multi Infrastruktur Tahap II Tahun 2026.
EBuzz - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mengumumkan pencatatan awal efek bersifat utang dari PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) (SMII) melalui instrumen Obligasi Berkelanjutan V Sarana Multi Infrastruktur Tahap II Tahun 2026.
Instrumen keuangan tersebut mulai dicatatkan dan dapat diperdagangkan oleh para investor di pasar modal terhitung mulai tanggal 14 Oktober 2026.
Dalam penerbitan efek utang ini, perseroan menunjuk PT Bank Mandiri (Persero) Tbk untuk bertindak sebagai wali amanat. Instrumen Obligasi Berkelanjutan V PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) ini telah mengantongi hasil pemeringkatan idAAA (Triple A) dari lembaga pemeringkat PT Pemeringkat Efek Indonesia (PEFINDO).
"Obligasi Berkelanjutan V Sarana Multi Infrastruktur Tahap II Tahun 2026 yang diterbitkan oleh PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) mulai dicatatkan di Bursa Efek Indonesia pada tanggal 14 Oktober 2026," demikian bunyi pengumuman resmi yang dirilis oleh Pengumuman Bursa Efek Indonesia pada Rabu (14/10/2026).
Tiga Seri Kupon
Adapun total pokok emisi obligasi yang diterbitkan oleh perseroan terbagi ke dalam tiga seri pilihan dengan durasi tenor dan tingkat imbal hasil yang bervariasi, yakni seri A menawarkan nilai emisi sebesar Rp1,372 triliun, dengan tingkat bunga hingga 7,5% dan jangka Waktu jatuh tempo selama 1 tahun.
Kemudian, untuk Seri B diterbitkan dengan nilai emisi Rp493,5 miliar, tingkat bunga 7,40% per tahun, dan jatuh tempo pada 3 tahun.
Adapun Seri C diterbitkan dengan pokok emisi terbesar mencapai Rp1,434 triliun yang menawarkan tingkat bunga 7,65% per tahun dan tenggat jatuh tempo hingga 5 tahun.
Baca Juga : Naik Terlalu Tinggi, BEI Gembok Saham Tifico Fiber (TFCO)
Ketiga seri tersebut diterbitkan secara bersamaan pada tanggal 13 Oktober 2026 dengan akumulasi keseluruhan nilai emisi mencapai Rp3,3 triliun.